2012
Penolakan Pemberlakuan sistem kluster oleh Masyarakat Pedagang Pulsa Indonesia (MPPI).Karena Kebijakan operator seluler yang memperlakukan sistem kluster dalam pendistribusian pulsa elektrik dianggap sangat merugikan Para pedagang kecil
Ketua MPPI Rudi Antoro mengatakan dengan penerapan sistem kluster, khususnya Telkomsel yang memberlakukan hard cluster, menghambat pedagang pulsa untuk memperoleh pasokan.
Menurut dia, hard cluster yang diterapkan oleh PT Telkomsel membatasi distribusi pulsa yang dapat diterima pedagang, yakni setiap pedagang hanya dapat memperoleh pasokan dari distributor yang berada dalam satu kluster dengan jangkauan 3—4 kecamatan.
”Hard cluster yang diterapkan oleh Telkomsel mengakibatkan pedagang pulsa terutama pulsa elektrik sulit memenuhi pasokan yang dibutuhkan pelanggan, karena harus sesuai dengan posisi BTS [base transceiver station] nomor telepon di mana pelanggan berada. Penerapan ini dapat mematikan usaha pedagang pulsa, terutama yang berskala kecil,” ujarnya hari ini.
Rudi menambahkan distribusi dengan sistem kluster juga menyebabkan ketergantungan pembelian pasokan pedagang pulsa hanya melalui satu distributor pada tiap-tiap kluster dengan sejumlah potensi kerugian.
Dia menjelaskan potensi kerugian itu di antaranya tidak adanya pasokan yang dapat diperoleh pedagang ketika stok distribusi yang ditunjuk habis, tidak ada alternatif lain untuk memperoleh pasokan ketika pelayanan distributor buruk, dan tidak ada alternatif harga beli yang dapat dipilih ketika dianggap mahal.
Menurut dia, pola itu juga menyebabkan penurunan omzet penjualan pedagang sebesar 25%—30% mengingat Telkomsel memegang porsi terbesar penjualan pulsa yakni mencapai 60%, disusul XL dan Indosat sebesar 30%, dan sisanya operator lain.
Selain Telkomsel, papar Rudi, operator seluler XL dan Indosat saat ini juga telah menerapkan klusterisasi distribusi pulsa yang menghambat aktivitas pedagang dalam memperoleh pasokan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dia menjelaskan klusterisasi distribusi yang diterapkan Indosat harus menggunakan chip SEV yang sesuai dengan lokasi distributor pemegang kluster yang ditunjuk. Adapun, klusterisasi XL yang diterapkan pada 2011 hanya memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk melakukan pengisian dari chip Dompet Pulsa XL dalam kluster yang sama.
”Jika sistem distribusi seperti ini [klusterisasi] terus diterapkan, tidak hanya kerugian yang diderita pedagang, tetapi pelanggan juga akan kesulitan mendapat pulsa karena server pulsa secara de facto memegang distribusi mayoritas penjualan pulsa,” tegas Rudi.(jha)
Artikel ini diakses melalui keyword :
kiat server pulsa kluar dari cluster,cara membobol operator seluler indosat,PASAR PONCELL RELOAD
FACEBOOK COMMENTS
Related Post Penolakan Sistem Kluster
2012
2012
2012
2012
2012







